Fokus.

FOKUSKAN KEPADA TUGAS KITA..

Seorang pemuda mengunjungi seorang tua dan bertanya kepadanya: ‘Saya seorang lelaki muda dan keinginan saya untuk perempuan mencintai saya..dan saya tidak dapat menahan diri daripada melihat mereka di jalan. Apa yang boleh saya lakukan???

Syeikh memandangnya dan kemudian memberinya segelas susu penuh dan menyuruh dia membawanya ke suatu tempat dengan melalui pasar tanpa ada yang tumpah dari cawan tersebut..seseorang akan pergi bersamamu dan memukulmu, jika kamu menumpahkannya.’

Akhirnya pemuda itu menyerahkan cawan itu tanpa menumpahkan apa-apa daripadanya.
Dan Syeikh bertanya kepadanya: ‘Berapa banyak gadis yang anda lihat di jalan?’

Pemuda itu menjawab: ‘Saya tidak melihat apa-apa .. Saya takut susu itu akan tumpah
dari cawan dan orang yang diminta mengikutiku itu akan memukul saya di hadapan orang dan saya dimalukan di hadapan mereka.’

Sungguh, orang yang beriman sentiasa fokus kepada tugasnya sehingga tidak berkesempatan melakukan dosa…

Teman rapat.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ عَلَيۡكُمۡ سُلۡطَٰنٗا مُّبِينًا

(Abdullah Muhammad Basmeih)
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi teman rapat dengan meninggalkan orang-orang yang beriman. Adakah kamu hendak mengadakan alasan yang terang nyata bagi Allah untuk (menyeksa) kamu?

-Surah An-Nisa’, Ayah 144

Ini Kalam Tuhanku.

*KEBAIKAN MEMBACA AL-QURAN*


وقال أحمد بن حنبل رأيت الله عز وجل في المنام فقلت يا رب ما أفضل ما تقرب به المتقربون إليك قال بكلامي يا أحمد قال قلت يا رب بفهم أو بغير فهم قال بفهم وبغير فهم

Imam Ahmad bin Hambal berkata; Aku bermimpi bertemu Allah Azza wa Jall di dalam tidurku lalu aku berkata; Wahai Tuhanku, apa ibadah {taqarrub} yang paling utama yang dilakukan oleh orang-orang yang mendekatkan diri kepada-Mu?. Allah Azza wa Jall menjawab; Dengan Kalam-Ku wahai Ahmad, beliau berkata; aku {imam Ahmad} berkata; Wahai Tuhanku, dengan faham atau dengan tanpa faham. Allah Azza wa Jall menjawab; Dengan faham atau tak faham {Ihya ulumudin juz 1 page 274 terbitan. Al-Haramain}

Iman Al Ghazali di Dalam Kitabnya Ihya Ulumudin Menguraikan dengan sejelas-jelasnya bagaimana hendak tata-cara membaca Al Qur’an Imam Al Ghazali telah Membagi adab membaca Al Qur’an menjadi adab yang mengenai batin, dan adab yang mengenai zahir. Adab mengenal batin itu, di perinci lagi menjadi erti memahami asal kalimat, cara hati membesarkan kalimat Allah, menghadirkan hati di kala membaca sampai ketingkat memperluas, memperhalus perasaan dan membersihkan Jiwa. Dengan demikian kandungan Al Qur’an yang di baca dengan perantaraan lidah, dapat bersemi dalam jiwa dan meresap ke dalam hati. Kesemuanya ini adalah adab yang berhubungan dengan batin, yaitu dengan hati dan jiwa. Sebagai contoh Imam Al Ghazali menjelaskan, bagaimana cara hati membesarkan kalimat Allah, yaitu bagi pembaca Al Qur’an ketika dia memulainya, maka terlebih dulu ia harus menghadirkan dalam hatinya, betapa kebesaran Allah yang mempunyai kalimat-kalimat itu, Dia harus yakin dalam hatinya, bahwa Allah Azza wa Jalla. Membesarkan kalam Allah itu, bukan sahaj dalam membacanya, tetapi juga dalam menjaga tulisan-tulisan Al Qur’an itu sendiri, Sebagaimana yang di riwayatkan,” Ikrimah bin Abi Jahl, sangat risau hatinya bila melihat Lembaran-lembaran yang ditulis Al Qur’an berserak-serak seolah-olah sia-sia, lalu ia mengutipnya selembar demi selembar, sambil berkata:” Ini adalah kalam Tuhanku! Ini adalah kalam Tuhanku, Membesarkan kalam Allah berarti Membesarkan Allah.”


*Selamat menunaikan solat fardhu Subuh*